MitraTribrataNews.my.id -Jember - Akses jalan umum yang sudah beraspal menjadi arus lalu lintas dan roda perekonomian masyarakat di empat Dusun yaitu Dusun Krajan A Dusun Rambutan Dusun Karangsono dan Dusun Karangsono selatan desa Bangsalsari kabupaten Jember provinsi Jawa Timur Jalan umum ini ditutup sepihak oleh PT( Persero) Kereta Api Indonesia yang terletak di sebelah barat stasiun kereta api Bangsalsari.
Penutupan pintu jalan poros pusat kota Bangsalsari ini menyebabkan menganggu aktivitas masyarakat dan perekonomiannya. Terlebih lebih kalau ada warga meninggal dunia slalu jalannya berputar bila mengantar jenazah ke pemakaman umum harus melalui jalan yang jaraknya sekitar dua kilometer.
H. Nur Holis selaku bapak kepala desa Bangsalsari kabupaten Jember saat ditemui awak media di rumahnya Rabu malam 22/2/2025 mengatakan bahwa selama akses jalan menuju pusat kota Bangsalsari itu di buka belum pernah terjadi kecelakaan lalu lintas dan mobil bisa lewat dan melalui jalan poros tersebut.
Ditambahkan oleh H. Nur Holis sebagai bapak kepala desa Bangsalsari semenjak di tutup sepihak jalan tersebut banyak yang jatuh dari kendaraan sepeda motor karena sempitnya akses jalan yang buka. Harapannya kepada pemerintah dan Dinas terkait untuk membuka kembali akses jalan ini sehingga roda perekonomian masyarakat 4 empat dusun yaitu dusun Krajan A dusun Rambutan Dusun Karangsono dan Dusun Karangsono selatan menjadi normal kembali, pungkasnya.
Ali Sodikin tokoh masyarakat dan juga sebagai ketua RT selaku koordinator saat di temui awak media di rumahnya Rabu sore 12/2/2025 mengatakan bahwa kami sudah melayangkan surat kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Jember memohon untuk membantu masyarakat dusun Krajan dan dusun lainya dalam memperjuangkan Untuk di buka nya kembali akses jalan yang ditutup sepihak oleh PT (Persero)KAI.
Ditempat terpisah Zainul Arifin saat ditemui awak media beberapa waktu yang lalu menyampaikan bahwa semenjak akses jalan ini ditutup semua aktivitas masyarakat dan perekonomian terganggu lebih lebih bila terjadi kematian di masyarakat sangatlah susah melewati jalan ini Karena keranda mayat tersangkut di palang pintu dan tidak bisa melewati Akibatnya harus memutar melalui jalan yang cukup jauh sekitar dua kilometer.
Zainul Arifin berharap untuk dapat nya pihak yang terkait dengan hal ini Segera membuka kembali akses jalan yang ditutup ini.
Pewarta: JN/SL
Redaksi : MitraTribrataNews.my.id

0 Komentar