"Warga sangat kecewa sekali karena air minum yang diharapkan tidak ada hasilnya sama sekali," ujar salah satu warga, [Nama Warga]. "Proyek ini mengabiskan dana sebesar Rp 197.498.000, tapi pekerja sudah pulang dan air tak kunjung mengalir."
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pengeboran dilakukan di lahan milik Bapak Hadi, seorang seniman di Dusun Sumber Bulus. Pekerja proyek ditempatkan di rumah Bapak Hadi selama 45 hari dengan fasilitas makan tiga kali sehari dan tempat tidur.
"Pas di tengah atau latar yang dibor itu takutnya apa bila ada hajatan proyek ini kan mengganggu dalam acara kami," ujar Bapak Hadi.
Proyek SPAM ini dilaporkan mengalami kendala sejak awal. Pipa air besi yang dimasukkan ke dalam tanah dengan alat sibel mengalami kerusakan akibat sambungan yang kurang baik sehingga mengakibatkan aliran listrik konslet dan sibel terbakar.
"Proyek itu cuma kedalaman 30 meter," ujar Bapak H Suryanto, salah satu warga. "Bapak H Suryanto kemudian mengganti pipa dengan paralon yang lebih besar dan memasang sibel baru. Air keluar sebentar, tapi setelah beberapa menit habis. Bapak H Suryanto kemudian memanggil tukang bor lain dan mengeluarkan dana sebesar Rp 10.500.000."
Warga mengharapkan agar proyek SPAM ini dapat segera diselesaikan dan air minum dapat mengalir ke rumah mereka. "Semoga proyek ini lancar dan berkah," harap salah satu warga.
Redaksi: MitraTribrataNews.my.id
Pewarta: Slamet Raharjo

0 Komentar