Difitnah dan Dituntut Rp25 Juta, Kiai Zuhdi Justru Dapat Barokah: Doanya Terkabul, Dapat Motor, Uang Tunai, dan Umrah dari Gus Miftah


Demak, 19 Juli 2025 — Kisah haru dan penuh hikmah datang dari Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Seorang ulama kharismatik, Kiai Zuhdi, yang sebelumnya sempat mengalami ujian berupa fitnah keji dan tuntutan uang sebesar Rp25 juta, kini justru menuai berkah luar biasa. Doanya yang tulus dan kesabarannya membuahkan hasil tak terduga: dirinya mendapatkan bantuan dari dai kondang nasional, Gus Miftah.


Awalnya, Kiai Zuhdi harus menanggung cobaan berat. Ia difitnah oleh pihak tertentu dan bahkan dituntut secara sepihak untuk membayar uang senilai Rp25 juta. Namun, alih-alih membalas dengan kemarahan, Kiai Zuhdi justru memilih bersabar, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Tak disangka, doa sang kiai dikabulkan dengan cara yang penuh keajaiban. Dalam sebuah acara keagamaan yang dihadiri oleh masyarakat luas, Gus Miftah yang mengetahui kisah Kiai Zuhdi, langsung tergerak hatinya. Di hadapan para jamaah, Gus Miftah menghadiahkan satu unit sepeda motor, uang tunai Rp25 juta, dan memberangkatkan Kiai Zuhdi untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.


“Mbah Kiai Zuhdi ini orang sabar, difitnah tapi tidak membalas. Justru mendoakan yang memfitnah. InsyaAllah doanya mustajab. Saya terinspirasi dan saya ingin bantu,” ujar Gus Miftah disambut gemuruh takbir dari para hadirin.


Masyarakat pun menyambut peristiwa ini dengan rasa haru dan antusias. Banyak warga yang datang untuk mengucapkan selamat kepada Kiai Zuhdi, bahkan beberapa di antaranya menyatakan semakin yakin akan pentingnya bersabar dan tawakal dalam menghadapi ujian hidup.


“Saya merinding, ini bukti nyata orang sabar tidak akan rugi. Allah ganti dengan yang lebih baik,” kata Rofiq, warga Demak yang hadir dalam acara tersebut.


Kisah Kiai Zuhdi menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dari fitnah menjadi berkah, dari tuntutan menjadi hadiah, dan dari kesabaran lahir kemuliaan. Semoga kisah ini menjadi pengingat bahwa kebenaran dan keikhlasan selalu menemukan jalannya. Pungkasnya 



Pewarta : Asmui/Gareng

0 Komentar

Posting Komentar