Ponorogo – Mitratribrata News - Bendungan Bendo yang berada di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kini menjadi salah satu infrastruktur strategis sekaligus ikon baru bagi masyarakat Bumi Reog. Bendungan yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada tahun 2021 ini memiliki peran vital dalam mendukung ketahanan pangan, pengendalian banjir, hingga menjadi destinasi wisata alam yang mulai ramai dikunjungi, 26/08/25.
Dengan kapasitas tampung mencapai 43 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 170 hektare, Bendungan Bendo mampu mengairi lebih dari 7.800 hektare sawah di Ponorogo, Trenggalek, hingga Tulungagung. Keberadaan bendungan ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan air irigasi sepanjang tahun, sehingga produktivitas pertanian warga semakin meningkat.
Selain fungsi utama sebagai penyedia air dan pengendali banjir, kawasan Bendungan Bendo kini berkembang menjadi tempat wisata favorit. Pemandangan hamparan air yang dikelilingi perbukitan hijau menghadirkan suasana asri dan sejuk. Banyak pengunjung datang sekadar menikmati senja, berfoto, atau sekadar bersantai bersama keluarga.
Salah seorang warga, Slamet (45), mengaku bangga dengan keberadaan Bendungan Bendo.
“Dulu di sini hanya perbukitan biasa, sekarang jadi pusat perhatian. Selain membantu petani, juga memberi peluang ekonomi baru lewat wisata,” ujarnya.
Pemerintah daerah Ponorogo sendiri terus berupaya menata kawasan sekitar bendungan agar lebih ramah wisata, termasuk pembangunan akses jalan, area kuliner, dan spot foto. Diharapkan, selain bermanfaat untuk sektor pertanian, Bendungan Bendo juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
Dengan segala potensinya, Bendungan Bendo bukan hanya menjadi proyek monumental, melainkan juga warisan berharga bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya. Pungkasnya
Pewarta : AM
0 Komentar