Aceh – Mantan Juru Bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Pase, Syardani Muhammad Syarif alias Teungku Jamaika, melayangkan kritik keras terhadap kinerja sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang dinilainya tidak profesional dan minim kepedulian terhadap kepentingan rakyat.
Menurut Jamaika, lemahnya komitmen dan kinerja kepala SKPA menjadi salah satu penyebab utama lambatnya realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2025. Ia menyebut masih banyak pejabat di lingkup Pemerintah Aceh yang bekerja setengah hati, terjebak dalam pola birokrasi usang, bahkan hanya mengejar keuntungan pribadi.
“Sudah saatnya Gubernur Aceh mengevaluasi dan mengganti kepala SKPA yang tidak menunjukkan semangat kerja dan keberpihakan kepada masyarakat. Jangan biarkan mereka merusak visi besar Gubernur Mualem dan Dek Fadh,” tegas Teungku Jamaika, Sabtu (2/8).
Lebih jauh, Jamaika menyoroti potensi meningkatnya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) sebagai dampak langsung dari kinerja dinas yang lemah dan tidak progresif. Ia menilai sebagian besar kepala SKPA hanya bertumpu pada anggaran rutin dari APBA, tanpa inisiatif mencari sumber pembiayaan alternatif—baik dari sektor swasta, BUMN, maupun sinergi dengan program nasional.
“Mereka tidak punya mindset sosial yang tinggi. Padahal pembangunan Aceh harus sejalan dengan visi Gubernur dan Presiden, yakni kerja nyata untuk rakyat,” katanya.
Meski selama ini dikenal sebagai pendukung setia pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) – Teuku Fadhil Rahmi (Dek Fadh), Jamaika menegaskan bahwa dirinya tidak akan diam menyaksikan potensi kegagalan yang bisa mencoreng kepemimpinan mereka.
“Saya tidak mau Mualem dijebak dalam skema kerja birokrat yang tidak sehat,” ujarnya dengan nada tegas.
Sebagai solusi, ia mendesak agar segera dilakukan reformasi birokrasi di tingkat SKPA. Evaluasi menyeluruh, menurutnya, harus menjadi prioritas agar pejabat yang tidak memiliki sensitivitas sosial dan kontribusi nyata terhadap pembangunan diganti dengan sosok yang visioner, kreatif, dan benar-benar berpihak pada rakyat kecil.
“Kalau dibiarkan, rakyat bisa menilai pemerintahan Mualem–Dek Fadh gagal. Ini harus dicegah sejak dini,” pungkas Teungku Jamaika.
Pewarta : Alfian
0 Komentar